Berani Batalkan Pesanan Makanan? Bisa-Bisa Dipenjara Selama 6 tahun

in ,
Batalkan Pesanan Akan Di Penjara 6 Tahun
Batalkan Pesanan Akan Di Penjara 6 Tahun

Banyak alasan seseorang memilih untuk memesan makanan secara online melalui aplikasi ojek online. Ada yang malas keluar, tidak memiliki kendaraan, dan berbagai alasan lainnya.

Namun pernahkah kamu berpikir jikalau ada pelanggan yang mencoba membatalkan layanan pesan antar mereka, maka bisa-bisa dia akan dipenjara selama 6 tahun.

Hal itulah yang sedang dicoba di negara Filipina. Sebuah RUU tengah diajukan, dimana customer akan dipenjara selama 6 tahun jika dia berani membatalkan pesanannya.

Akan diproses lewat jalur hukum

Ilustrasi Jalur Hukum
Ilustrasi Jalur Hukum |via https://manado.tribunnews.com/

Jika memang RUU tersebut disahkan, maka setiap pelanggan yang membatalkan pesanannya akan diproses ke meja hukum kalau sampai menolak pesanan yang sebelumnya dibayarkan oleh drivernya.

Usulan tersebut ditengarai karena di tengah pandemi virus Corona begitu banyak orang-orang yang menggunakan layanan pesan antar di Filipina.

Yang tak bisa diterima adalah tak sedikit dari mereka yang mencoba melakukan prank dengan membatalkan pesanan mereka.

Padahal sebelumnya driver kan sudah membayar pesanannya terlebih dahulu.

Maka dari itu, seperti dilansir dari Coconuts (4/6/2020), anggota DPR disana mengusulkan RUU Perlindungan Pengiriman Barang Kebutuhan dan Makanan.

ARTIKEL TERKAIT •
Penjara unik, Metode Mengubah Karakter Narapidana Dengan Merawat Kucing

Pada bagian pendahuluannya, tertulis aturan ini dibuat untuk menghindari orang-orang yang tak berprikemanusiaan yang mencoba untuk iseng kepada driver. Dan untuk menghindari kerugian dari drivernya itu sendiri.

Denda tunai atau Kurungan penjara

Ilustrasi Kurungan Penjara
Ilustrasi Kurungan Penjara | via https://fajarsumatera.co.id/

Untuk setiap orang yang berani melanggar akan dikenakan denda sebanyak 100.000 peso atau sekitar Rp. 27 Juta atau dikenakan kurungan penjara selama 6 tahun.

Alfredo Garbin selaku anggota DPR Partai Bicol AKO Bicol, dikutip dari DailyMail Senin (8/6/2020) mengatakan, dirinya ingin para driver tak mengalami lagi kekecewaan dan penderitaan lagi.

Karena, akibat dari orang yang tidak bermoral membuat mereka sering merasa kalang kabut. Padahal mereka niatnya ingin bekerja demi kelangsungan hidup mereka.

Ada pengecualian

Akan tetapi, hukuman ini tidak berlaku jika pelanggan telah menunggu selama lebih dari satu jam namun driver belum juga mengantarkan pesanan makanannya atau telah melakukan pembayaran. Hal itu bisa ditoleransi.

Walaupun alasannya bisa dibilang masuk akal, tapi jika niat mereka pada awalnya ingin mempermalukan driver, hukuman ini bisa diberlakukan.

ARTIKEL TERKAIT •
Kisah Heboh Narapidana Berulang Kali Kabur dan Tertangkap

Berikan Nilai Untuk Konten ini

Yudi Gintara

Seorang yang berjiwa introvert, dan masih mengharapkan dirinya.