Tudingan MSG Dalam Masakan China, Benarkah MSG Berbahaya?

in ,
masg
Credit Image: Liputan 6

Jika Anda pernah mendengar kata “MSG” Anda pasti pernah mendengar konotasi umum namun tidak akurat, selama bertahun-tahun Monosodium glutamat, aditif makanan yang dikenal dengan MSG, telah dicap sebagai bahan olahan tidak sehat yang terutama ditemukan dalam makanan China, meskipun kurangnya bukti ilmiah yang mendukung.

Sindrom Restoran China

Persepsi ini, menurut para aktivis sudah ketinggalan zaman dan rasis, begitu luas sehingga kamus Merriam-Webster memiliki entri untuk istilah “Sindrom Restoran China” jenis kondisi yang diduga mempengaruhi orang makan “makanan China yang banyak dibumbui dengan monosodium glutamate,’ dengan gejala seperti pusing dan jantung berdebar.

Sekarang, Aktivis telah meluncurkan kampanye yang disebut “Redefine CRS” dipimpin oleh perusahaan makanan dan bumbu Jepang Ajinomoto, kampanye online mendesak Merriam-Webster untuk mengubah entri untuk mencerminkan konsesus ilmiah tentang MSG dan dampak dari kesalahan informasi pada persepsi publik Amerika tentang masakan Asia.

Mitos Seputar MSG

“Hingga saat ini, mitos seputar MSG tertanam dalam kesadaran rakyat Amerika, dengan makanan dan budaya Asia masih menerima kesalahan yang tidak adil,” kata perusahaan tersebut di situs web kampanyenya “Chinese Restaurant Syndrome tidak hanya salah secara ilmiah namun itu xenophobia.”

ARTIKEL TERKAIT •
Virus Corona Mengganas, Muncul Flu Burung di China

Beberapa tokoh Asia-Amerika, pemilik restoran, dan profesional medis berbicara menentang kesalahpahaman seputar MSG dan makanan China.

“Menyebutnya sebagai sindrom restoran China benar-benar bodoh” kata pemilik restoran Edie Huang, yang memoarnya diadaptasi menjadi sitkom hit “Fresh off the boat” dalam videonya ia menunjukkan bahwa MSG tidak hanya lezat, tetapi juga ditemukan di hampir semua makanan olahan, dari saus peternakan hingga doritos.

Kampanye itu mengusulkan definisi baru untuk “sindrom restoran China” di Merriam-Webster “Istilah lama yang menyalahkan makanan China palsu yang mengandung MSG, untuk sekelompok gejala”

Sebagai Tanggapan, Merriam-Webster twit pada hari rabu bahwa itu akan “meninjau kembali istilah tersebut dan merevisinya.”

Kami terus-menerus dalam proses pembaruan saat penggunaan dan sikap berkembang, jadi kami beryukur ketika para pembaca dapat mengarahkan kami ke definisi yang perlu diperhatikan,” ujar kata pemilik perusahaan dalam kampanyenya.

Jadi, Amankah MSG Bagi Tubuh?

Secara umum, MSG adalah bahan makanan yang aman untuk dikonsumsi menurut FDA dengan label resmi GRAS (Generally Recognized as Safe). Keputusan ini pun disepakati oleh World Health Organization (WHO), Food and Agriculture Organization (FAO), juga Kementerian Kesehatan RI.

ARTIKEL TERKAIT •
Cara Alami Menyembuhkan Mata Minus

Namun, perlakuan MSG ini sama dengan bahan makanan lainnya, yaitu tidak dikonsumsi secara berlebihan. MSG sejatinya ialah molekul garam yang dikombinasikan dengan asam amino L-glutamat.

Molekul garam tersebut digunakan untuk menstabilkan komponen glutamat, nah glutamat pada asam amino memiliki peran sebagai penambah rasa gurih atau yang biasa disebut (umami).

Hampir semua jenis bahan makanan mengandung asam amino glutamat, terutama makanan berprotein tinggi seperti ikan, daging merah, produk susu. Bahkan tomat dan jamur sering dijadikan bahan penyedap alami karena mengandung asam amino glutamat dengan kadar tinggi.

Berikan Nilai Untuk Konten ini